Catatanku: Ikut Olimpiade Kedokteran Gigi Dasar UGM

Sebuah dokumentasi, rekomendasi bahan ajar, dan tips dari peraih medali emas tahun 2020

Sumber: dokumentasi penulis

Prakata

Karena kebagian mempelajari kedokteran gigi dasar—sementara temen satu timku kebagian mempelajari materi biologi SMA dari silabus olimpiadenya—dokumentasi dan rekomendasiku di artikel blog ini difokuskan pada subbidang kedokteran gigi dasar.

Foto oleh Firmbee.com (Unsplash)

Metode Belajarku

Sebelumnya, aku ingin menekankan bahwa sekalipun judulnya “kedokteran gigi dasar”, mempelajarinya sebagai anak SMA, terutama secara autodidak, nggak akan se-straightforward itu.

1. Membuat rencana belajar

Yang pertama kulakukan dengan timku adalah membagi tiga daftar materi yang tertera di silabus, kemudian membuat jadwal belajar kasarku sendiri.

Jadwal belajar olimpiadeku (perhatikan blok berwarna biru muda saja), sekadar sebagai referensi—gunakan format jadwal belajarmu sendiri sesuai kebutuhan. (Sumber: dokumentasi penulis)

2. Membuat flashcards

Dengan keempat sumber belajarku (yang akan kujelaskan setelah ini), aku mempelajari topik yang udah ditentukan jadwalku sebelumnya.

Mind map-ku tentang “Komposit Resin” (biomaterial kedokteran gigi) di OneNote, yang ternyata nggak begitu berguna untuk menghafal. (Sumber: dokumentasi penulis)

3. Teknik Feynman

Aku yakin hampir semua orang udah tahu teknik yang sering diatribusikan pada Feynman ini: intinya, mengasah pemahaman dengan menjelaskan/mengajarkan apa yang sedang dipelajari pada orang lain (atau pura-pura demikian, kalau nggak ada orang lain).

4. Pahami gambaran besarnya

Ketika pertama kali belajar biomaterial kedokteran gigi, aku sangat kebingungan karena buku teksku membombardirku dengan istilah-istilah kedokteran gigi yang asing.

5. Nggak ada latihan soalnya, ya? Gimana, dong?

Sampai OKGD tahun 2020 kemarin, berbeda dari olimpiade pada umumnya, panitia OKGD memang nggak menyediakan latihan soal dan melarang penyebaran naskah soal (makanya aku sama sekali tidak membahas tipe soal di sini); aku yakin untuk alasan yang baik—supaya menantang, mungkin?

6. Jangan terlalu terpaku dengan pemahaman/informasi dari sumber belajar sendiri

Kalau boleh jujur, banyak sekali materi, terutama biomaterial kedokteran gigi, yang kupelajari kemarin tapi nggak muncul di soal (dan ada juga yang sebaliknya).

Persebaran materi kedokteran gigi dasar di OKGD 2020, menurut penulis. (Sumber: ilustrasi penulis)
Foto oleh Eli Francis (Unsplash)

Sumber Belajarku

  1. buku teks kedokteran gigi (berbentuk e-book PDF yang ku-download dari Library Genesis*);
    *⚠️ PENTING: Ini website buku bajakan. Sebisa mungkin cari e-book legalnya yang gratis (via Google Books atau website lainnya) terlebih dahulu; kalau mentok, apa boleh buat, barulah ke sini.
  2. jurnal/makalah/skripsi—bagian “Landasan Teori”-nya kadang berguna—mahasiswa atau praktisi FKG yang kucari berdasarkan Google search dari topik tertentu;
  3. video yang kucari berdasarkan topik di YouTube; dan
  4. bahan ajar berbentuk slides di SlideShare yang kucari berdasarkan topik di Google search.

Rekomendasi Buku Teks

💡 Tip:
1). Aku menggunakan e-book berbahasa Inggris dari semua judul di bawah ini; apakah ada versi terjemah bahasa Indonesianya, sayangnya, aku kurang tahu.
2). Meski sumber belajarku berbahasa Inggris, sementara soal OKGD berbahasa Indonesia, kebanyakan istilah ilmiah yang digunakan mirip/dapat ditebak.

1. Basic Dental Materials (John J. Manappallil)

💡 Tip: Buku ini juga sering disebut “Jaypee Dental Materials”

2. Phillips’ Science of Dental Materials (Kenneth J. Anusavice)

Buku ini jauh lebih rinci dari Jaypee (buku sebelumnya), tapi justru karena itu pula, menurutku pribadi, agak sulit untuk dapet gambaran besarnya.

3. Concise Dental Anatomy and Morphology (James L. Fuller, Gerald E. Denehy)

Sangat kurekomendasikan untuk belajar dental anatomy—terutama seputar morfologi, fisiologi, dan anomali/kelainan gigi—karena pembahasannya ringkas dan to the point.

4. Wheeler’s Dental Anatomy, Physiology and Occlusion (Stanley Nelson, Major M. Ash)

Jauh lebih rinci dan lengkap dibandingkan buku dental anatomy sebelumnya; dilengkapi diagram tiap gigi dengan resolusi tinggi.

5. Anatomy for Dental Students (Martin E. Atkinson)

Kugunakan untuk mempelajari anatomi mulut dan rahang (cek bab “Head & Neck”), karena topik anatomi OKGD ini fokus pada area tersebut.

6. Orban’s Oral Histology and Embryology (G. S. Kumar)

Hanya kubaca sekilas untuk menambah pemahaman seputar embriologi (pertumbuhan dan perkembangan) gigi, meski sisanya kupelajari dari video di YouTube.

Rekomendasi Channel YouTube

Di samping berbagai video “random”—tidak kuingat nama channel-nya meski sangat membantu—yang kucari berdasarkan topik, berikut beberapa channel yang oke untuk diikuti:

1. Hack Dentistry

Punya banyak tutorial kedokteran gigi dengan visual dan penjelasan yang mudah dipahami. Aku banyak belajar anatomi, embriologi, dan histologi gigi dari sini.

2. Osmosis

Video embriologi gigi dan oklusi (bidang sentuh gigi)-nya sangat membantu.

3. Sam Webster

Punya ratusan tutorial anatomi manusia yang keren banget, diajarkan oleh dosen anatomi yang sangat berpengalaman. Kusarankan untuk nonton bagian anatomi dan saraf mulut.

Foto oleh Nick de Partee (Unsplash)

FAQ (Frequently Asked Questions)

Tip: Bagian ini akan ku-update seiring berjalannya waktu kalau dibutuhkan

Tips Lainnya: Yang Kuharap Kutahu Sebelum Ikut OKGD Dahulu

1. Yang akrab, ya, dengan teman satu timnya

Banyak-banyaklah ngobrol atau bahas soal dengan teman satu timmu. Berdasarkan pengalaman, kalau udah enak dan seru sama temen setimnya, aku merasa lebih semangat dan olimpiadenya jadi jauh lebih berkesan.

2. Titikberatkan untuk nyari pengalaman ketimbang jadi juara

Cuma beberapa tim yg akhirnya meraih medali. Sedangkan pengalaman, semuanya pasti dapet, asalkan dimaksimalkan:

3. Jangan terhambat karena bingung mencari metode belajar yang pas

Salah satu yang membuatku sempat menunda-nunda mempersiapkan OKGD ini adalah kebanyakan memikirkan/mencari berbagai metode belajar yang pas tanpa mencoba satu pun terlebih dahulu.

4. Jangan nyerah mempelajari materi sesulit apa pun (kecuali memang nggak ada waktu lagi)

Aku sempat sangat kesulitan memahami dan menghafal proses pertumbuhan dan perkembangan gigi. Tapi, karena terpampang jelas di silabus, kupaksakan untuk nonton video penjelasan terbaik yang kutemukan berulang-ulang.

5. Jangan takut salah menjawab

Waktu itu, ada finalis yg clueless dan jawabnya sering “ngaco”.

6. Jangan minder sama tim dari “sekolahan elit”

Tiap olimpiade di bidang apa pun, ada aja sekolah anu yang ngirim setengah lusin tim yang berbeda dan, kalau kita lihat dokumentasi tahun-tahun sebelumnya, selalu terpampang namanya sebagai juara.

--

--

Studies medicine 🧑‍⚕️. Currently writes on health ⛑, education 🧑‍🎓, day-to-day documentaries 📹, with unpopular ideas 💡 along the way. Writes in 🇬🇧🇮🇩

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Anshari Hasanbasri

Studies medicine 🧑‍⚕️. Currently writes on health ⛑, education 🧑‍🎓, day-to-day documentaries 📹, with unpopular ideas 💡 along the way. Writes in 🇬🇧🇮🇩