Catatanku: Mendaftar NPWP Pertamaku sebagai Penulis Medium

Supaya royalti Medium Partner Program-ku bisa kutarik.

Tulisan ini berisi catatanku mengenai kendala/kebingunganku selama mendaftar Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk pertama kalinya, untuk keperluan mendaftar Medium Partner Program yang tidak membolehkanku menarik royaltiku kecuali aku mendaftarkan NPWP-ku.

Meskipun demikian, alur pendaftaran NPWP secara umum via website pendaftaran resminya cukup mudah dan instruksinya cukup jelas, kok. Namun, jika kamu masih mencari tutorial rinci mengenai pendaftaran NPWP, menurutku tutorial yang sudah banyak tersebar via Google sudah cukup.

Mengisi kategori wajib pajak

Isian ‘Kategori Wajib Pajak’-ku

Untuk status pusat/cabang, aku memilih ‘Pusat’ karena ini pertama kalinya aku membuat NPWP. Kalau suatu saat nanti aku membuka bisnis lain/memerlukan NPWP yang berbeda, maka aku akan mendaftar kembali dan memilih ‘Cabang’ untuk “cabang” bisnisku.

Untuk nomor KK, tentu saja yang tertera di atas Kartu Keluarga (meski bodohnya aku sempat bingung, “Apa maksudnya NIK ya? Eh tapi kan sama dengan nomor KTP itu mah. Ooh iya, yang di atas KK ini ya.”).

Mengisi data sumber penghasilan

Isian ‘Sumber Penghasilan’-ku

Untuk ini, aku mencentang ‘Pekerjaan Bebas’.

Karena saat ini pekerjaanku penulis di Medium, maka kolom pekerjaan kuisi dengan ‘Penulis’.

Untuk ini, aku memilih ‘pencatatan’.

Menurut artikel di atas, “Yang wajib menyelenggarakan pembukuan adalah wajib pajak badan dan wajib pajak pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas. Sedangkan yang wajib menyelenggarakan pencatatan adalah wajib pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dengan peredaran bruto dalam satu tahun kurang dari 4,8 miliar rupiah dan wajib pajak orang pribadi yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas.

KLU sederhananya adalah kategori pekerjaan kita. Kalau kamu sedang membuka usaha di bidang tertentu, cek via Google KLU yang sesuai dengan usahamu.

Dalam kasusku, aku memilih ‘Kegiatan Pekerja Seni’ (KLU: 90002) karena itu yang paling mendekati dan kebetulan tertera juga di laman informasi DJP tentang pekerjaan “Penulis”.

Tips: search “(nama pekerjaan) DJP” di Google untuk melihat informasi pekerjaan tersebut di laman Direktorat Jenderal Pajak mengenai aturan perpajakannya.

Nah, masih soal KLU: bahwa kita harus mengisi kolom KLU menunjukkan harus ada pekerjaan yang kita miliki. Ada yang bilang sebaiknya mahasiswa segera membuat NPWP meski belum berpekerjaan. Itu ide yang bagus menurutku, tapi masalahnya, apa yang harus diisi di kolom KLU? Jadi kurasa, selama belum ada pekerjaan yang bisa didaftarkan/masuk kategori KLU, belum perlu untuk membuat NPWP.

Mengisi alama tempat usaha

Karena aku menulis di rumah, ya, kuisi sama dengan alamat rumahku saja.

Seputar membayar pajak dan melaporkan Surat Pemberitahun (SPT) Tahunan

Satu kewajiban utama kita sebagai Wajib Pajak yang memiliki NPWP adalah melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Untuk itu, cek tweet-ku berikut ini!

Studies medicine 🧑‍⚕️. Currently writes on health ⛑, education 🧑‍🎓, day-to-day documentaries 📹, with unpopular ideas 💡 along the way. Writes in 🇬🇧🇮🇩

Studies medicine 🧑‍⚕️. Currently writes on health ⛑, education 🧑‍🎓, day-to-day documentaries 📹, with unpopular ideas 💡 along the way. Writes in 🇬🇧🇮🇩