Perspektif yang menarik, Mas!

Tapi satu pertanyaan yang sering terngiang adalah, “Gimana ya, meng-induce wawasan politik (misalnya untuk mempertimbangkan siapa yang cocok jadi pemimpin) secara objektif kepada masyarakat?” Soalnya, saya pribadi, meski sudah ber-KTP, masih “gagap politik" (haduh, salahku sih kurang banyak baca).

Saya pernah denger tentang kekhawatiran Socrates terhadap demokrasi, yang bisa berbahaya banget kalau tidak diiringi dengan wawasan objektif tadi. Anak-anak punya kepolosan yang kuat, tapi bahkan orang dewasa pun, dengan segala kesadarannya, masih harus dididik agar betul-betul bisa membuat keputusan dan pilihan coblos “sebaik" mungkin.

Jadi yah, itu satu persoalan tersendiri ya, tapi mungkin ini bisa jadi teguran untuk kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah ya?

Studies medicine 🧑‍⚕️. Currently writes on health ⛑, education 🧑‍🎓, day-to-day documentaries 📹, with unpopular ideas 💡 along the way. Writes in 🇬🇧🇮🇩