Yang Kaubutuhkan Buat Konsisten Sama Long-Term Goals-mu

Foto oleh Kelly Sikkema di Unsplash

“Grit is sticking with your future. Day in, day out; not just for the week, not just for the month, but for years — and working really hard to make that future a reality. Grit is living life like it’s a marathon. Not a sprint.”

Gitu kata Angela Lee di TED Talk-nya — yang saking terkenalnya (atau berdampaknya) sampe dijadiin assignment (PR) anak-anak sekolahan di US sampai sekarang (lihat saja kolom komentar videonya).

Intinya mah, orang sukses tuh orang yang punya grit, atau kemampuan buat persevere — bertahan dari segala goncangan dan mempertahankan passion buat terus fokus sama impian dan long-term goal(s)-nya.

Ngomongin soal grit, udah dari dulu aplikasi work out-ku terpampang di homescreen HP-ku (maunya sih, konsisten dan punya grit terhadap olahraga), tapi baru akhir-akhir ini — makasih, Bang Covid-19 — beneran kepakai. Kalau dilihat-lihat, working out — ‘dorong atas’, ‘duduk atas’, atau pose kek triplek dan kawan-kawannya itu — ternyata nggak makan banyak waktu. Jadi, mau kubilang aku bisa rutin berolahraga berkat waktu luangku makin banyak selama pandemi ini juga enggak sepenuhnya valid.

Entah apa karena belajar di rumah nggak perlu lari ke sana kemari manggilin guru yang kelupaan ngajar di kelas sehingga jarum timbangan berat badan di rumahku makin hari makin ke kanan aja — memacu jempolku untuk nekan tombol ‘on’ di kaki treadmill-ku — tapi semua tahulah itu butuh waktu; dan bukan kayak berolahraga sehari dua hari langsung nukar tambah lemakmu sama otot mengkilap.

Mengejar tubuh ideal — dan mempertahankannya ketika udah mencapainya — jelas lama (banget) dan butuh konsistensi, membuatnya jadi kandidat buruk sebagai pemacu semangat berolahraga yang harus dipertahankan tiap hari. Di sinilah kawan kita, yang mungil dan sering terlupakan: short-term goal(s), mengambil alih.

Satu hal yang kudapat secara instan habis berolahraga adalah mental clarity — pikiran yang jernih. Setengah hariku dihabiskan menimba informasi keluar dari dan masuk ke otak; dan kalau enggak dirapikan, bikin jurnalku penuh sama umpatan pada diriku sendiri. Kaubukalah laporan-laporan penelitian di luar sana, tapi yang jelas, kalau tubuhku sehat, maka otakku sehat. Kalau otakku sehat, maka pikiranku lebih jernih.

Kalau bukan karena ‘mental clarity boost’ ini, mungkin nggak ada jadwal work out atau jogging di agendaku. Inilah yang kusebut short-term goal(s). Ngerjain sesuatu dan ngasilin sesuatu yang menguntungkanmu dalam jangka waktu dekat, apalagi instan, bikin kamu kecanduan sama kerjaan tersebut.

Jadi, aku punya long-term goal buat ngebenerin berat badanku dengan berolahraga; dan buat mempertahankan itu, aku juga masang short-term goal buat menjernihkan pikiranku. Alih-alih bertanya-tanya, “Kapan ya body mass index-ku rada bener?” aku bertanya, “Serius, mager dan nggak mau menjernihkan pikiranmu?”

Short-term goal(s) kayak gini, bisa dateng dari mana aja sih. Kadang-kadang, bisa kaubuat-buat sendiri. Tapi seringnya, harus kaudapat secara alami dulu dari kegiatan bersifat long-term goal-mu yang berkaitan setelah beberapa saat.

Aku mulai belajar HTML dua pekan lalu. Keliatannya bermanfaat banget sih suatu saat nanti. Tapi kufokuskan perhatianku terhadap manfaat jangka (rada) pendekku dari belajar bahasa pemrograman: melatih logika berpikir supaya otakku sehari-hari lebih efisien. Silahkan tanyai aku beberapa bulan lagi buat memastikan bener apa enggak grit-ku soal ini.

Jadi, kalau kamu struggling sama long-term goal(s)-mu, mungkin kamu mau nyisipkan short-term goal(s) di dalamnya, yang bisa kamu buat-buat atau kamu dapatkan setelah memaksa dirimu ngejar long-term goal(s) itu selama beberapa saat; siapa tahu itu mengalihkan keraguanmu dan menyemangatimu.

Terima kasih telah membaca. Punya obrolan menarik untuk diselami — sesuatu yang dalam — hari ini? Cari aku di Instagram: @ansharihasanbasri dan mari berdiskusi.

Studies medicine 🧑‍⚕️. Currently writes on health ⛑, education 🧑‍🎓, day-to-day documentaries 📹, with unpopular ideas 💡 along the way. Writes in 🇬🇧🇮🇩

Studies medicine 🧑‍⚕️. Currently writes on health ⛑, education 🧑‍🎓, day-to-day documentaries 📹, with unpopular ideas 💡 along the way. Writes in 🇬🇧🇮🇩